Selasa, 01 November 2011

cerita 13 Spesial



Kost Orgy Club

Aku mahasiswa di Malang tingkat hampir akhir. Aku mau berkisah tentang pengalamanku ngesex di sebuah kost-kostan mahasiswa. Kost-kostan itu khusus cowok dan sangat banyak kamarnya. Sebulan pertama sih normal-normal saja hidup di kost yang ramai ini bagiku yang dari luar pulau. Tapi beberapa hari setelah bulan kedua kost-kostan tersebut ketahuan belangnya (atau asyiknya, tergantung dari mana melihatnya).
Hari itu aku lagi mau berangkat kuliah siang ketika kulihat dari seberang kamar Nino, si cowok yang flamboyan dan sedikit centil, nongol dari kamarnya ke kamar mandi tidak pakai apapun kecuali sandal jepit. Handuk saja cuma ditenteng sama tangan kirinya, sedang tangan kanannya menenteng peralatan mandinya. Kulitnya yang sawo matang semakin membuatnya tampak seksi. Bodinya yang agak pendek semakin menampakkan bongkahan pantatnya wuuihhh!!
Aku hanya bengong saja melihat pemandangan itu. Bagaimana mungkin Nino berani keluar dari kamar mandi dengan telanjang bulat seperti itu. Meskipun saat itu kost sedang sepi, akan tetapi itu hal tergila yang aku lihat. Jujur saat itu, aku langsung kena komplikasi mata-jantung-kontol. Mata melotot melihat bodinya Nino, jantung langsung berdegup kencang, kontol ikutan menegang melihat bodi dan kontol Nino yang teracung-acung. Setelah masuk ke kamar mandi Nino sedikit menutup pintu untuk menggantungkan handuk dan pandangan matanya bertemu dengan pelototan mataku. Ia tidak terlihat kaget, malah tersenyum menggoda dan sedikit meremas kontolnya sendiri. Ia ternyata, dan untungnya bagiku, tidak menutup pintu kamar mandi dan mulai mengguyur badan semoknya dengan santai-santai saja seakan aku yang menonton dia mandi adalah hal yang normal.
Beberapa saat setelah mengguyur tubuhnya untuk membersihkan sabun di badannya ia menoleh ke belakang dan cengengesan melihat aku bengong saja di depan pintu kamarku. Kuliah langsung terlupakan begitu dia menggunakan jemari telunjuk kanannya untuk mengajakku ke kamar mandi. Antara sadar dan tidak, aku mengiyakan dan mengikuti suruhannya agar menyusulnya ke kamar mandi. Setelah tolah toleh kanan dan kiri, aku merasa yakin kalau kost lagi sepi, maka akupun melangkah ke kamar mandi. Oh, sungguh aku tidak mengerti mengapa ini kulakukan. Langsung saja aku melemparkan diktat kuliahku ke kamar dan sedikit berlari menuju kamar mandi mandi bersama, yang ukurannya agak besar itu. Aku langsung melepas seluruh bajuku, termasuk CD-ku, sehingga batang kontolku yang sudah menegang dari tadi langsung seperti terbebas dari kungkungannya. Nino ternyata memunggungiku, tidak tahu lagi apa. Saat aku masuk ke kamar mandi ia cuma menoleh sedikit dan tersenyum.
“Eh Rico belum pernah mandi bareng cowok selama kost disini ya?”tanya Nino mengagetkanku.
“Belum. Biasanya mandi sendirian saja. Kalo rame-rame, aku malu,” jawabku agak gugup dan sambil memandangi Nino yang menggoyangkan pantat serta pinggulnya yang dalam keadaan basah begitu.
Sambil tetap memunggungiku ia meraih kedua tanganku dan menggiring keduanya ke dadanya. Aku tersentak dan kaget, menuruti keinginan Nino. Secara reflek tanganku meremas dada dan putingnya sambil sedikit mengusap-usap dengan gerakan melingkar yang lembut. Sementara pantatnya menyenggol-nyenggol bagian kejantananku, sehingga membuatku semakin pasrah mengikuti ajakan tangan Nino. Bibir Nino yang tebal itu mengeluarkan desahan yang menerbangkan birahiku. “Aaahhh… eeemmmhhh… eeemmmhhh…” Ternyata itu trik dan pancingan Nino agar aku terangsang. Sejenak dia menoleh kebelakang dan langsung melumat bibirku. Aku kaget setengah mati, namun merasakan pagutan bibir Nino, membuatku melayang terbang. Sungguh tak pernah krasakan berciuman dengan sesama cowok seperti ini. Ternyata kurasakan rasanya enak juga. Desahannya sedikit tertahan tapi bercampur dengan desahanku sendiri. Lalu tangan kiri Nino mulai meraba-raba, dan itu kurasakan sesuatu yang luar biasa. Karena antara rasa geli dan terangsang, saat tangannya memegang kontolku yang mulai teracung terangsang. Desahan Nino semakin menggema di dalam mulutku dan dipantulkan oleh dinding kamar mandi. Kocokan lembut tangan Nino pada kontolku, membuat batang kontolku mengeras penuh dengan urat-urat yang mencuat.
Aku begitu melayang-layang menikmati permainan sesama cowok yang baru aku alami ini. Antara perasaan penasaran dan rangsangan hebat, membuatku seakan pasrah dan mengikuti segala tuntunan Nino. Saat dia berbalik, secara cepat dan reflek Nino memagut kembali bibirku. Aku melumat bibirnya seperti dia melumat bibirku. Nino r=turun ke bawah, menjilati leherku dan daguku. Oh, sensasi luar biasa saat ujung lidah Nino menjelujur di sela-sela leherku yang sensitif ini. Lalu lidah liar itu mulai turun, dan semakin turun mengenai dada dan putting dadaku. Og..bagaikan kesetrum kurasakan saat ujung lidah itu mengecup putting dadaku. Sejenak Nino mengenyot dan menghisap putting dadaku, membuatku terbang melayang ke awang-awang. Kepala Nino semakin turun ke bawah, ke perut hingga secara reflek dan cepat Nino meraih batang kontolku. Lalu hupppp.. batang kontolku dilumat dan dimasukkan ke mulutnya. Sungguh aku merasakan kejutan-kejutan pada kuluman-kuluman mulut Nino saat mengoral kontolku. Cairan precum pertanda aku terangsang keras, dilumat habis oleh Nino tanpa tersisa. Kontolku seakan berdenyut denyut ketika lidah lembut itu menyentuh lubang pembuangan kemih. Antara rasa geli dan nikmat kurasakan. Setelah mengeksplorasi kontol, biji peler dan sela-sela lipatan selangkanganku.
Nino sambil sedikit mendesah ia bilang, “Sodomi yuk… pengen…” Ah…terbayang pikiranku akan adegan sodomi di dalam film bokep itu, saat kotol cowok memasuki lubang pantat ceweknya. Dan saat ini, didepanku telah siap sebongkan pantat cowok yang bernama Nino. Akal sehatku sungguh terbang kemana, antara rasa penasaran dan ingin mencoba adegan film bokep itu, aku terdiam saat Nino membalikkan tubuh. Oke deh, pikirku sambil mendorong punggungnya supaya ia menunduk. Dan aku menuruti keinginan Nino yang membimbing kontolku untuk menghunjam ke lubang pantatnya. Ia menunduk dan langsung saja pantatnya aku masuki batang kontolku yang sudah tegang tidak keruan. kontolku masuk ke lubang pantatnya dengan perlahan. Tiba-tiba ia memekik keras sekali,
“Aaarrrgghhh…!!”
“Kenapa Nin?” tanyaku kaget, batang kontolku terjepit ketat sekali sehingga terasa nikmat sekali.
“Nikmat… sekalii… uuuhhh… aaarggghh…”
Sekali lagi Nino memekik keras waktu aku mulai mendorong pinggulku maju mundur. Nino menyempitkan lubang pantatnya seperti kalau lagi menahan kentut.
Sensasi yang diterima batang kontolku rasanya luar biasa sekali. aku juga mulai mendesah-desah keenakan. Aku memegangi pinggulnya dan sesekali menampar pantatnya yang montok itu. Lalu kutempelkan dadaku ke punggungnya dan menghujamkan seluruh batang kontolku ke pantatnya. Nino meracau dan membimbing tangaku untuk mulai meremas-remas kontol Nino yang menggantung berat dengan gemas. Pasti teman-temanku tidak percaya kalau baru pertama kali merasakan sensasi anal seks ala sodomi ini.! “Uuuhhh… aaahhh…” desahku ditimpali pekikannya Nino. This boy is really hot!
Tiba-tiba aku merasa ada cairan hangat mulai menjalar ke ujung kepala batang kontolku. Tanpa sempat kutahan, air maniku keluar sebagian di dalam pantatnya Nino, sedangkan sebagian meloncat keluar mendarat di punggungnya Nino. Semburan kedua Nino sempat berputar dengan cepat dan menerima air maniku di pipi kirinya. Semburan keempat mendarat ke seluruh wajahnya. Setelah itu ia mulai menjilati seluruh mani di wajahnya dan mengusap-usap pantatnya untuk meraup maniku yang ada di punggung dan pantatnya setelah itu ditelannya sampai habis. Sambil menikmati sisa-sisa spermaku tangan Nino sibuk mengelap sperma pada kontolnya. Aku kaget dan sedikit berfikir, kapan kejadiannya Nino ejakulasi kok kontol Nino sudah berlumeran sperma dia. Apakah saat tadi aku sodomi, Nino merasakan kenikmatan yang tiada tara, sehingga kontolnya juga ikutan ejakulasi bersaan denganku??
Aku merasa agak lemas tapi puas. Dan parahnya sensasi itu sungguh membuatku merasakan sesuatu yang berbeda. Dan Nino tahu itu. Dia bilang,
“Besok diulangin lagi yah di kamar.”
“Kamarku atau kamarmu?”
“Kamarku saja. Kamarmu berantakan sih!”
Aku nyengir malu sambil membersihkan badanku dengan air. Cepat-cepat aku merapikan diri dan kembali ke kamarku.
Entah apakah aku akan bisa mengulangi kejadian itu untuk besok ataukan tidak, yang jelas aku telah merasakan sesuatu persetubuhan yang lain. Antara cowok dan cowok. Woww…
Aku yang lemas tak bertenaga, lagsung tertidur ketika kembali ke kamarku. Ternyata hari begitu cepat berlalu, hari sudah malam telah ketika aku bangun. Lalu tiba-tiba aku merasakan ada yang megetuk pintuku. Dengan malas aku membukanan pintu kosku. Ternyata Nino datang membawakanku kue terang bulan yang masih hangat. Sambil duduk menemani Nino nonton TV di kamarku, kunikmati kue terang bulan coklat meses kesukaanku itu. Belum habis satu potong kue terang bulan itu, Nino mendekatiku. Nino mendorongku ke kasur hingga membuatku rebah di kasur. Secepat kilat, Nino mulai menciumi leherku, dan itu membuatku lemas pasrah. Kurasakan Nino sudah mengetahui titik kelemahan dan pusat rangsanganku. Sambil sibuk membuka seluruh bajunya, Ninopun berusaha melepaskan baju yang menempel di badanku. Setelah kami berdua telanjang bulat. Nino merebahkan diri di kasur dan meraihku agar menindihnya. Akupun tanpa komando seolah mengikuti alur permainan itu. Tanpa sadar aku mulai menjilati tubuhnya. Dia mulai mendesah-desah lagi saat kujilati putting dadanya yang mulai mengeras. Ia lalu secara tiba-tiba meraih kepalaku dan menekannya keras sehingga aku jilatanku berubah jadi gigitan kecil di dadanya. Aku mulai menggerigiti putingnya dan sekali lagi (jadinya terus-terusan), Nino memperdengarkan pekikan nikmatnya.
Selang beberapa lama, Nino membalikkan tubuh dan mulai secara ganas menyerangku. Aku yang diserang pasrah mengikuti alur permainan sesama jenis ini. Nino mulai menciumi leher dan punggungu. Lalu setelah merasa puas mencicipi dadaku, Nino mulai menyerang batang kontolku pula. Dikenyot dan disedotnya kontolku yang berukuran cukup besar itu. “Kamu mau menyodomi aku lagi kan?Bisik Nino. Sungguh ungakapn itu yang kutunggu-tunggu dari tadi. Karena aku begitu merasakan pengalaman yang berbeda saat tadi menyodomi lubang pantat Nino. “Kamu ambil inisiatif ya” bisik Nno pelan Dan akupun mengangguk mengerti. Aku mulai mengarahkan batang kontolku ke dalam lubang pantatnya saat Nino membungkuk. Dia memekik kaget saat penetrasi dan langsung kugenjot habis-habisan. Jepitan lubang pantatnya benar-benar yahud deh! Aku mengerang-erang nikmat sekali dan Nino menjerit-jerit keenakan. Lalu aku yang merasakan sesuatu yang nikmat, mulai mencari-cari sasaran. Tanganku meraba dan menjelajah ke seluruh bagian area tubuh Nino dan dia membalas dengan bergairah. Saat puas dengan gaya Doggy Style, Nino membalikkan tubuh dan mencoba gaya Ayam Panggang. Kontolku dimasukkan ke pantatnya, dan dia melingkarkan tangannya ke leherku. Ditariknya badanku, hingga dada kami bergesekan dan sensasi yang ditimbulkan benar-benar aduhai. Lalu selang beberapa menit kemudian aku keluar lagi tanpa sempat kutahan.
“Niinnnooo… eemmmhhh… keeluuaar… dii… daaleemmm… nniihhh…” kata-kataku terputus-putus oleh erang nikmat dan sensasi orgasme.
“Nnggakkk… papa… koooqqq…” rupanya dia juga mengalami sensasi yang sama.
Lalu aku ambruk di sampingnya untuk istirahat. Nino juga lelah kelihatannya.
“Rico…”
“Ya?”
“Welcome to the club!” katanya membuatku heran.
“What club?”
“The Orgy Club! Gini lho di sini, di kost-kostan ini, sex is totally free. Sama cowok manapun di kost ini, kamu boleh main semaumu. Dan kalau cowok itu tidak mau, kamu boleh perkosa dia. Alex, Leo, Anton, Joko, Mario, Indra, bahkan Mas Deddy yang punya kos, lalu Pak Kasimun satpam sini semuanya suka hubungan sejenis ini. “Hahh…. “aku sedikit terperangah. “Apa mereka semuanya homo?”,tanyaku dengan penuh kaget. “Hua..ha..ha.. ya gak lah. Mereka ada yang punya istri. Bahkan rata-rata cowok yang kos disini semua punya cewek”,terang Nino.
“Kami hanya mengutamakan kepuasan dan fantasi seks yang berbeda. Tanpa harus menyebut atau menganggap kita ini gay atau homoseks. Karena kita juga ga mau kalau disebut homo”terang Nino berapi-api.
Oh ya, setiap weekend kita ada orgy di rumahnya Mas Deddy. Ponakan Rio yang masih SMA dan adiknya Anton juga anggota klub lho. Pokoknya totally free deh!”
Aku agak kaget dan pusing mendengarnya.
“Semua orang?” tanyaku.
“Pokoknya syaratnya adalah kamu orang kost di sini. Benernya kamu diajak Indra kost ke sini karena dia denger kamu punya kemampuan main sangat dasyat. Dia denger dari mantanmu. Eh sori lho kalau nyinggung perasaanmu tentang mantanmu.”
Aku kaget. Ternyata Indra punya tujuan lain mengajakku kost di sini. Buat melupakan Sarah yang selingkuh dan mengenalkan dunia sex yang lebih bebas. Wah thank’s Ndra!
“Jadi aku berhak main dengan kalian semua cowok disini walaupun kalian tidak mau?”
“Iya!” jawab Nino dengan tersenyum.
“Emmm.. weekend itu entar besok. Aku diundang nih?”
“Like i Just said to you, kamu adalah anggota klub ini sekarang. Jadi kamu berhak ke sana.”
“Jadi itu alasan kalian tiap weekend keluar barengan terus?”
“Iya,” terdengar jawaban dari arah pintu.
Kami menoleh ke arah pintu yang lupa kututup. Ternyata si Wawan, yang bodinya paling proporsional dari mereka, karena ikutan fitness. Dia berdiri di depan pintu dengan telanjang bulat.
“Eh Wawan, darimana kamu tahu aku abis main sama Rico?”
“Teriakan khasmu kalau lagi ngentot dan kalian sama sekali tidak menutup pintu kamar mandi dan kamar tidur. Juga dari TV.”
“TV?”
“Iya tiap kamar ada hidden kameranya, termasuk kamar mandi dan kamar tidur. Kami semua tahu kalau kamu tiap mau tidur selalu onani dan para cowok ngiri liat ukuran batang kontolmu,” jawab Nino geli.
“Semua kamar?” tanyaku.
“Kita selalu kepengen dientoti sama kontol besar kayak punyamu, walaupun tidak panjang. Nino sudah duluan tuh!”
“Ooo trus selama 3 hari aku disini kok ga diapa-apain?
“Kita memang menunggu sampai 3 hari dan terus kami amati tingkah polah anak kost baru. Karena kami takut ada intel atau aparat polisi yang sedang menyamar. Bisa hancur kalau sampai itu terjadi”
“Ooo…..dan apa kamu sekarang kamu kepengen?”jawabku mengalihkan obrolan.
“Iya sih!” jawab Wawan sambil wajahnya memerah menahan nafsunya.
“Tapi staminaku abis.”
“Nih Irex!” kata Nino ketawa.
Langsung saja kusambar Irex itu dan kuminum dengan semangat. Selang beberapa menit kemudian aku mulai merasa fit lagi dan ready for fight. Wawan yang sementara itu mengusap-usap kontol dan memelintir putting dadanya sendiri serta mendesah-desah. Sudah mulai terangsang rupanya. Aku lalu berdiri dan mendekatinya. Kudorong ia ke dinding dan mulai kujilati bibirnya yang tipis itu. Tapi dia menolak dan langsung jongkok. Tanpa basa-basi dia mencaplok batang kontolku. Setelah mengusap-usap batang kontolku yang di dalam mulutnya dengan lidahnya, dia mulai mengocok-ngocokku dengan memaju-mundurkan kepalanya. Kadang-kadang lidahnya menyusuri bagian bawah batang kontolku dan mengemut buah zakarku. “Aahhh… yaaahhh… terusss… terus… Wan…” aku mendesah-desah, tidak kuat menahan birahi. Dan aktivitas itu berlangsung agak lama.
Lalu aku tidak sabar dan menarik bodinya Wawan dan merebahkannya di lantai. Lalu kuangkat kedua kakinya yang panjang dan indah ke bahuku dan mulai kugenjot habis-habisan, tidak ada lembut-lembutnya. Ternyata beda dengan Nino, Wawan hanya mendesah-desah. “Emmmhhh… uuuhhh… aahhh…” Setelah beberapa menit akhirnya aku keluar juga. “Crooottt… croot…” semburan silih berganti masuk ke dalam lubang pantatnya. “Aaahhh…” desahku. “aahhh…” desahnya juga.”Aaahhh…” ada desah lain. Ternyata Nino masturbasi sampai orgasme. Saat itu Ronald lewat depan kamarnya Nino. Dia berhenti sejenak lalu hendak meneruskan langkahnya ke kamarnya. Kepalang tanggung aku langsung melepaskan diri dari Wawan dan kuterjang Ronald.
Ronald adalah cowok yang punya bodi agak pendek, tapi lebih tinggi dari Nino sedikit. Otot dadanya tidak seberapa besar, lebih besar sedikit dari punyanya Wawan, tapi ukuran kontolnya cukup besar untuk tubuh mungil Ronald yang keturunan chinese ini. Ronald yang tidak siap menerima terjanganku kaget dan semua buku yang didekapnya terjatuh. Dia menjerit kaget sehingga menambah nafsuku. Kuseret dia ke kamarku yang di seberang kamarnya Nino, lalu kudorong dia ke dinding kamar. Nafasnya naik-turun membuat aku semakin bernafsu untuk menikmati sensasi cowok chinese ini.
“Ngapain kamu, aku tidak mau dientot sama kamu!” serunya judes.
Dia mendorong tubuhku dan menolak untuk kusetubuhi.
“Aturan The Orgy Club: Setiap cowok yang kost disini menjadi budak seks. Kalau tidak mau boleh diperkosa. Betul Nin?” tanyaku ke Nino tanpa menoleh.
“Yoi man! Rape her as the way you like it!” Nino memberiku semangat.
“Haah… kamu sudah tahu?”
“Iya. Now enjoy my cock, wether you like it or not!”
“Ahh…” belum sempat Ronald menjawab, tanganku sudah menjangkau kaus ketatnya dan merobeknya sehingga terlihatlah dadanya yang berwarna putih susu.
Lalu kusingkirkan tangannya dan kurenggut celana pendeknya sampai robek jadi dua. Ronald kelihatan panik.
“Kenapa panik, kamu kan anggota Orgy Club. Budak seks donk?!” kataku menggodanya.
“Ehhh… aku…” belum sempat kalimatnya selesai kulumat bibir merahnya itu.
Dia berusaha melepaskan bibirku dari bibirnya dan menjauhkan tanganku dari bodinya. Tidak berhasil karena aku lebih kuat. Kudesak dia ke dinding sambil terus menciumi bibir dan mulutnya. Dia memberontak dan secara tiba-tiba dia berhasil pas dari cengkeramanku. Dia lari keluar kamarku, tapi berhasil kukejar dia dan kudesak lagi ke tiang dinding. Kali ini kujangkau CD-nya. Seketika kuangkat kaki kirinya dan batang kontolku langsung kuarahkan masuk ke lubanga pantatn. Mula-mula agak seret tapi lama-lama enak juga. Kugenjot dengan agak cepat. Dia teriak-teriak, “Enggakkk… mmaaauuu…” atau sesuatu seperti itu deh! tidak jelas soalnya. Dan aku cuek saja beibeh! Surga dunia pantang disia-siakan. Apalagi dia rela diperkosa. Setelah beberapa genjotan, Ronald teriakannya dari “Enggakk… mmmaauuu…” berubah menjadi “Doonn’t… ssttooopp… uuggghh… fffeeellsss… goooddd!” Kuperhatikan roman wajahnya yang manis itu menjadi semakin menggairahkan kalau lagi horny begitu.
Setelah beberapa menit aku merasa hendak keluar. Tanpa early warning maupun pertanyaan mau dikeluarin dimana, kusemburkan saja semua sisa sperma yang ada ke dalam lubang pantat cowok chinese ini.”Aaahhh…” Ronald ternyata juga orgasme. Desahannya barengan dengan desahanku. Air mani beserta spermaku berleleran di sepanjang pahanya yang panjang dan betisnya yang putih itu. Setelah itu dia dengan gontai pergi ke kamarku untuk mengambil baju dan celana pendeknya yang robek. Lalu dia menggeletakkan diri di kasurku. Aku susul juga dengan langkah gontai. Ternyata dia tidur, ngorok lagi biarpun tidak keras. Akhirnya aku merebahkan diri di sampingnya. 4 kali senggama dalam dua jam, wuuihh! It’s my first time dude! jadi boleh dong istirahat sekarang. Aku lalu memeluk dia dan tanganku meremas pantatnya yang aduhai dan putih mulus itu. Dia cuma mengerang kecil. Akhirnya kami tertidur. Nino dan Wawan ternyata ngelanjutin aktivitas mereka dengan mengajak satpan kos kami. Bodo ah! Yang penting mereka always ready for use.

Hunting Pria Muda Di Mall

Hari pertama workshop tentang Perpajakan ini, membuatku kurang semangat. Maklum, baru sampai di Jakarta sudah dijejali dengan angka angka yang membuat kepalaku semakin penuh. Padahal, aku ke Jakarta juga ingin sedikit relaks setelah berhari hari berkutat dengan angka angka di kantorku. Untunglah, jam akhirnya menunjukkan jam 17.15 pertanda workshop hari pertama akan segera disudahi.
Bergegas aku memberekan makalah dan map workshopku untuk kembali ke kamar hotel.
Ada jatah makan malam di hotel, namun itu tak cukup menarik perhatianku. Segera aku mandi dan bersiap diri untuk keluar mencari udara segar suasana Jakarta.
Malam itu aku sengaja menuju ke Mall Atrium yang lokasinya tepat di samping hotelku. Lalu aku naik ke Gunung Agung. Bergaya lihat-lihat buku buku, namun sebenarnya tujuanku untuk cuci mata melihat pria pria muda SMU ataupun mahasiswa yang mencari buku. Memang aku dengar Mall ini ramai dengan gay-nya. Muda, tua, SMU, hitam, bule dan lain-lainnya. Namun, aku masih belum menemukan atau melihat pria gay tersebut. Segera aku pasang insting dan gaydarku.
“Hati-hati di Atrium”, begitu wanti-wanti teman priaku di Malang saat bercerita tentang Mall yang menjadi salah satu tempat mangkal pria gay Jakarta ini
“Mereka suka jebak kita untuk uang”, tambah dia.
Capai nonton buku sambil curi curi pandang, namun tak kunjung mendapatkan sosok yang menjadi incaranku, aku kebelet kencing. Segera aku menuju ke toilet mall. Duh, sesak benar toilet di sini. Orang-orang kencing berjejer. Segera aku ambil posisi di depan urinoir yang kosong, lalu kubuka resletingku dan segera aku pipis. Saat itu ada orang, ah, anak SMU kayaknya. Dia tanpa sungkan ngelongok aku kencing. Ah, baru kusadari kalau rupanya di sini mereka ber-operasi.
“Gede banget, Oom”, dia buka bicara.
“Kamu juga,” jawabku sekenanya.
Saat aku keluar toilet dia barengi aku. Akhirnya kami ngobrol di sepanjang lorong. Anak ini nampaknya agresif banget dan kalau ngomong ceplas-ceplos saja.
Dia ngajak aku naik ke lantai parkir di atas gedung mall. Antara ragu dan penasaran, akhirnya aku ikuti. Aku pengin tahu apa maksudnya mengajakku. Di atas gedung, mayoritas lampu kuning temaram seperti terang bulan. Nampak logo dan neon sign hotelku, hotel Aston di arah samping mall ini. Lalu dia mengajak aku ke pojok dinding di bawah papan reklame besar.
Dia bilang bahwa dia nggak minta uang. Bahkan malah mengajak aku makan sesudah dia dapatkan apa yang diinginkannya. Dia bilang jujur kalau dia ingin aku nembak pantatnya. Ah, vulgar juga anak ini berterus terang pada orang asing macam aku ini.
Supaya aku ngaceng dia urut-urut jendolan kontolku yang terbungkus celana. Kemudian refleks dia jongkok dan menciuminya. Aku terangsang juga oleh aksinya. Dia lalu membuka resleting celanaku. Kontolku yang mulai tegang Dia lalu keluarkan dengan cepat.
Ah, nafsu amat ini anak. Lalu dia mulai memegangi kontolku dan mulai menciumi batan kontolku lagi. Dijilatinya ujung kontolku. Lalu dijilatinya cairan precum yang keluar dari ujung kontolku. Aku yang tak terbiasa melakukan itu ditempat terbuka, sedikit was was dan kurang konsentrasi.
Lalu dia berdiri dan mulai menurunkan sedikit celananya. Lalu dia menungging di depanku. Dia beralasan kalau ada Satpam bisa cepat bangun tanpa ketahuan kalau lagi bercinta. Ah, aku ragu ragu untuk melakukan itu lebih jauh. Aku tawari bagaimana kalau ke kamar hotelku saja. Aku bilang bahwa aku pendatang yang tinggal di hotel Aston itu. Ah.. Dia mau dan setuju. Aku juga nggak takut, karena memang tampangnya benar-benar anak SMU yang masih lugu.
Asep, begitu panggilannya, anak Bogor katanya. Sekolah STM Mesin di Manggarai. Wuu.. Muda banget. Lihat jari-jari tangannya masih licin. Rasanya paling 18 tahun. Kakinya, betisnya, tangannya, bibirnya, masih serba licin. Dia bilang pamannya yang ngajari ngeseks sejenis. Sampai ketagihan, sementara pamannya sudah pindah kerja di luar Jawa.
Akhirnya kami turun dari latai atas Mall Atrium ini untuk menuju ke kamar hotelku. Dan sesampai di kamar, dia kusuguhi minuman dingin di kulkas. Lalu dia pamit ke kamar mandi, untuk buang air. Aku dengar suara kecipok air kencing yang masuk ke lubang toilet. Darahku berdesir mendengar suara itu. Lalu setelah dia keluar dari kamar mandi, langsung menubruk tubuhku yang rebahan di ranjang.
Dia mulai agresif lagi seperti tadi. Celanaku dilepasnya satu per satu. Hingga akhirnya aku telanjang bulat.
Karena dia masih berpakaian lengkap, akhirnya aku suruh dia berdiri. Aku lepaskan kaosnya. Ahhh… nampak ketiaknya. Aku suka ketiaknya yang sangat seksi. Rasanya ingin cepat cepat melumat dan menciumi ketiak itu.
Dalam kamar aku merasa sangat nyaman. Leluasa, aman tanpa khawatir diintip Satpam. Setelah dia telanjang bulat juga. Kami mulai dengan berpagutan mesra. Lalu diapun menciumi sekujur tubuhku dari atas hingga ke bawah.
Aku hampir terkejut ketika aku merasakan geli pada kakiku. Ketika aku membuat mata kulihat Asep ini mengulum jari-jari kakiku dengan penuh nafsu. Saat itu aku kaget dan hampir menarik kakiku. Tetapi aku kasihan sama Asep ini. Kubiarkan saja.
Dia nampaknya sangat terobsesi padaku. Dan aku merasakan betapa syahwatku langsung terbakar. Dia melihat aku bangun. Saat tahu aku tak menolak kulumannya, dia semakin meliar sambil mulai memperdengarkan desahannya. Dia begitu menikmati jari-jari kakiku. Sambil mengelusi betis-betisku dia juga menjilat dan menciumi telapak kakiku. Aduuhh.., nikmatnya serasa naik ke ubun-ubunku. kontolku jadi ngaceng berat. Kuelus-elus kepalanya. Asep nampak mengunggu elusanku itu. Dia kembali mendesah.
Nafasnya kudengar memburu. “Oomm, Oom, Oom, mmhh.. Mmllpp..,” dia meracau.
Matanya setengah merem. Kepalanya bergulir ke kanan dan ke kiri saat meratai jilatannya ke telapak-telapak kakiku. Aku semakin merinding. Anak ini sangat pintar membangkitkan gairah nafsu birahiku. Ciumannya bergerak ke atas. Ke betisku. Dia juga menggigit kecil saat menemui rambut-rambut kakiku. Dia juga mencakar-cakar kecil betisku menahan gelora birahinya.
Tangannya kini tak sabar merabai selangkanganku dan kemudian gundukkan celana dalam yang berisi kontolku yang sudah sangat mengeras. Aku lebih baik diam meraskan nikmatnya. Kubiarkan Asep yang manis ini melampiaskan nafsunya. Dia meremas-remas kontolku. Sementara itu gigitan dan jilatannya sudah melewati lututku dan kini mulai masuk ke wilayah pahaku. Aduuh.., bukan main dan.. Betapa aku terangsang.
Aku kini merintih dan mendesah-desah. Tak tahan merasakan lidah lembut si manis Asep ini. Kenapa dia begitu berkobar nafsunya?
Dan sesudah bermenit-menit puas menciumi pahaku, Asep mulai merambati selangkanganku. Dia nyungsep di pangkal pahaku. Kudengar dia menarik dalam-dalam nafasnya untuk menghirup bau selangkanganku. Ah, anak ini, kenapa dia begitu hot?!
Dia ciumi celana dalamku. Dia hisap-isap kontolku di balik celana dalam ini. Aku merasakan betapa aku menggelinjang nikmat. Kuelusi dan sesekali kujambak rambutnya. Dia semakin bersemangat. Tangannya kini meraih ketepian celana dalamku, merogoh dan menarik keluar kontolku. Mulutnya langsung mencaploknya. Dia melumat-lumat biji dan seluruh batang kontolku. Kepalanya bergeser naik turun mendorong lidahnya yang menjulur kelantai pori-porinya.
Aku tak mampu untuk tidak mendesah dan merintih. Kenikmatan ini sungguh tak bertara. Asep ini ternyata benar-benar jago kecil yang mampu mendongkrak libidoku. Aku tak tahan lagi. Aku bangkit dan kuterkam dia. Kurebahkan dan ganti, Kini aku yang aktif menjilat dan menciumi tubuhnya. Aku seakan macan lapar yang melahap kijang lembut mangsa tangkapanku.
Dia menyerah pada apa mau nafsuku. Dia ganti pasif merasakan ciuman-ciumanku pada tubuhnya.
“Ah, Kamu.., begitu harum ketiakmu, dadamu, perutmu, selangkanganmu. Ah, Adek.., sini.. Biar aku jilati seluruh bagian tubuhmu. Biar aku nikmati segala keringat-keringatmu. Biar aku lumat-lumat tubuh indahmu.”
Kubolak-balik tubuhnya. Kusedotin bagian-bagian sensualnya. Dan aku paling suka menciumi lubang pantatnya. Aroma lubang pantat sangat cepat merangsang syahwatku. Lidahku menusuk-nusuk lubang itu seakan ingin memberi sensasi nikmat padanya.
Dan akhirnya dia minta aku memasukan kontolku ke anusnya. Dia ingin aku melakukan seks anal padanya. Dia pengin merasakan tusukan kontolku di anusnya.
Kuturuti. Ini memang satu hal yang paling kusukai. Menyodomi pria muda.
Agak susah kepala kontolku menembusi lubang pantatnya. Selain dia masih muda, tidak diberinya pelicin juga menyulitkan kontolku menembusi lubang pantatnya.
Lalu aku bangkit membuka tas dan mengambil kondom dan pelicin yang aku bawa dari Malang.
Segera aku buka kondom dan kusarungkan ke batang kontolku. Lalu kembali aku arahkan kontol yang terbungkus kondom dan berpelicin itu ke belahan pantatnya.
Saat kontolku mulai membelah lubang pantatnya, Asep menjerit kecil. Saat kontolku mulai merasuk amblas ke lubangnya, Asep mendesah nikmat. Saat itu kurasakan cengkeraman otot-otot dinding anusnya sangat legit menjepit kontolku. Ampuunn.. Enaknya.. Sesudah itu, pantat Asep itu mulai menggoyang menjemput kontolku. Sekali lagi, kurasakan nikmat hingga ke-ubun-ubunku.
Kudengar Asep meracau,
“Enak banget, Oom, enak banget kontol Oom, yaa.. Enak banget kontol Oom.., Masukin yang dalam ya Oomm..,” racaunya.
“Aduhh Om enak banget. Keluarin di dalm ya Om,” maksudnya biar aku keluarin air maniku di lubang pantatnya itu.
Suara racaunya itu terdengar sangat merdu di telingaku. Dan suara racau itu yang kemudian membuat gejolak syahwatku langsung melonjak lonjak tak karuan. Kupacu kontolku memompa anal Asep yang sempit ini. Akhirnya aku ikut meracau juga,
“Enak pantatmu Dek, enaakk.. Sempit banget duburmu, Aahhhhh..,” dengan gemetar dan menggigil racauku keluar dari mulutku.
Aku sungguh didera nikmat syahwat yang luar biasa. Melihat Asep anak muda ini tergoncang-goncang menerima tusukan kontolku, mendorong spermaku untuk merambati menuju klimaks nikmat. Aku merasakan betapa saraf-sarafku menyongsong akan kehadirannya air maniku mengalirinya. Dan aku memang tak mampu menahan lebih lama.
Saat menjelang muncrat kurenggut rambut Asep. Kutarik seperti menarik surai kuda. Kuhentakkan kontolku ke lubangnya. Dan dengan kedutan-kedutan yang begitu nikmat, tumpahlah air maniku. Asep merasakan kedutan-kedutanku itu,
“Oom. Enaakk.. Oom, Oom, Oom, oohh.. Oom..”.
Sesaat sesudahnya, sebelum kedutanku usai, dengan cepat dia melepaskan kontolku dari anusnya dan berbalik. Dia raih kontolku dan di arahkan kepala kontolku ke mulutnya. Rupanya dia ingin mereguk dan membasahi tengorokannya dengan air maniku. Untunglah semprotan spermaku masih tiga semprotan lagi. Cairan itupun dia sambut dan dia telan.
Kulihat cairan kental lengket itu belepotan meleleh di sekitar mulutnya, karena tidak semua masuk ke mulutnya. Sebagian nampak meleleh ke dagunya. Aku tahu nafsu panas macam Asep ini, akibat gairah muda. Lelehan sperma di dagunya kukais dengan jariku. Kusodorkan ke mulutnya. Dia emut-emuti jari-jariku untuk membersihkan dan menelan habis lendir putih kentalku itu. Wowww… segitu lahapnya dia.
Lalu dia bilang kalau dia juga ingin dikeluarin juga.
Aku menindihnya dan mulai menciumi tubuhnya.
Dia macam anak perawan. Mulutnya mendesah, merintih manja silih beganti saat aku lakukan sesuatu pada tubuhnya.
Dia bilang pingin mandi kucing. Lalu aku jilati seluruh detail tubuhnya.
Dia menggeliat-geliat saat lidahku menelusuri betisnya, pahanya dan kemudian batang kontolnya. Ah, dasar anak bau kencur, pikirku. Baunya memang masih terasa alami. Selangkangannya yang licin mulus menjadi terminal jilatan, kecupan dan sedotan bibirku. Rambut kontolnya masih tipis. Segar banget bau khasnya.
Ternyata dia sangat menikmati setiap permainanku. Saat mendekati klimaksnya dia bangun mendorong aku agar telentang. Dia duduki wajahku, menyapu-nyapukan kontolnya ke bibirku sambil mengerang dan terus mendesah-desah.
Tangannya mengocoki kontolnya hingga akhirnya klimaksnya pun datang. Croootttt…. Dia berteriak setengah histeris sambil menunjukkan puncratan spermanya yang sebagiannya terlempar jauh mengenai cermin kamar tidurku dan sebagian lainnya melumuri wajahku.
“Ahh.. Oom.. Oom.. Oomm.. Enak Oom..” racaunya.
Crottt…crottt…spermanya terasa segar aku baui.
Aku yang tadi sudah ejakulasi, menyaksikan dia muncrat dengan wajahnya yang culun itu terbangkitkan lagi libidoku. Birahiku langsung memuncak dan akhirnya aku tubruk dan tindih tubuhnya. Aku arahkan kontolku ke mulutnya. Dia menjilati dan mengulum kontolku sambil tangannya terus mengocoki kontolnya sendiri.
Lidahnya sedemikian pintarnya berputar putar di perbatasan kepala kontolku dan batangnya. Lalu mulutnya mengemoti dan mengulum seluruh batang kontolku. Akhh.. aku semakin ga tahan. Ingin rasanya aku mengentoti dia. Aku peluk dan ciumi bibir, leher dan dadanya sambil kontolku terus kugesek gesekkan ke tubuh mulusnya. Sesekali kontolku beradu dengan kontolnya yang berlumuran sperma. Licin kurasakan. Lalu terus aku gesek gesekkan kontolku yang menegang itu ke lipatan pahanya, sambil kakinya aku angkat. Tanpa aku bimbing, kontolku berusaha menembusi lubang analnya. Tapi aku merasa tidak tega, karena dia baru saja ejakulasi. Pasti akan terasa geli dan sakit kalau dia tidak dalam keadaan terangsang. Akhirnya dia kembali melorot dan memposisikan mulutnya tepat di selangkanganku. Dilumatnya habis seluruh batang kontolku, sambil terus dikocokinya.
Aku merasakan kocokan tangan mungil ini terasa berbeda dari yang pertama tadi. Mungkin karena aku habis ejakulasi Lalu dia merebahkan tubuhku dan menindih tubuhku. Dia gesek gesekkan tubuhnya seperti yang aku lakukan tadi. Dan, kurasakan kontolnya menengang dan menusuk nusuk di sela sela pahaku. Rupanya dia cepat bangkit libidonya dan cepat terangsang kembali. Dia mengajakku ronde berikutnya. Ahh.. gairah anak muda.
Akhirnya dia menduduki perutku dan mulai mengarahkan batang kontolku untuk dimasukkan ke pantatnya lagi.
Wow…
Aku bangkit dan mencari-cari kondom dan pelicinku di tas. Ternyata kondom habis, karena tadi cuma tersisa satu. Ah…gimana neh?

KENIKMATAN YANG KU RASA ( Yogi sahabat ku )

Nama gw bobby, usia gw masih 17 tahun, gw adalah anak tunggal dari keluarga yang ada, sebenernya sih bukan anak tunggal karena dulu gw sempet punya saudara kembar tapi malang saudara kembar gw meninggal dunia saat kami masih berumur 8 tahun. Gw keturunan blesteran, nyokap gw asli jawa sedangkan ayah gw keturunan German.
Gw mau berbagi cerita tentang pengalaman hidup gw, ini adalah kisah nyata gw yang masuk keduia bisex , untuk semua pembaca boleh percaya ataupun nggak percaya tentang cerita gw ini,,,whatever deh.

Kisah ini gw alami saat gw baru masuk sekolah dibangku SMA swasta yang terkenal didaerah Jakarta. Saat itu usia gw masih 15 tahun, awal gw masuk sekolah SMA rasanya sangat membosankan, apalagi saat mengikuti kegiatan demi kegiatan saat Masa Orientasi Siswa ( MOS ), senioritas di SMA sangat dijunjung tinggi. Lepas dari MOS selama 3 hari, gw resmi jadi siswa di SMA itu, gw sudah bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti layaknya pelajar SMA yang lain. Dikelas gw duduk sebangku bareng temen baru gw—namanya Yogi, dia anaknya asyik, baik, bahkan dia gw akuin dia tampan banget.. Seminggu sudah gw sekolah di SMA, sekolah di SMA emang beda banget dibandingkan dengan SD, SMP. Gw udah bisa beradaptasi dengan lingkungan baru gw, gw merasa betah banget dengan semua yang ada di SMA, tapi disisi lain rasa seneng dan betah yang gw rasain, terselip pula rasa yang kurang enak bagi gw. Gw sama Yogi adalah musuh berat bagi cowok-cowok senior di sekolah, tak sedikit para senior mendatangi gw sama Yogi, hampir semuanya mereka mengancam kami.. Yupz,,,, sudah barang tentu gw jadi musuh bagi kakak-kakak senior gw di sekolah, mereka tidak terima dengan kehadiran gw dengan Yogi di sekolah, karena hampir semua cewek-cewek disekolah suka caper dan berusaha untuk mendekati gw sama Yogi. Bukannya gw mau bersombong ria disini, gw dengan Yogi merupakan cowok idaman bagi cewek-cewek di sekolah, kita berdua merupakan deretan cowok keren dan tampan di sekolah. Jadi tak heren jika banyak cewek-cewek di sekolah yang selalu kecentilan dan caper di depan gw dan Yogi, hal ini membuat para cowok-cowok senior gw marah karena sebagian besar pacar mereka juga sering mencoba untuk merayu gw dan Yogi.

Gw adalah keturunan Jawa dan Jerman, nyokap gw asli jawa sedangkan bokap gw Jerman. Jadi muka gw lebih cenderung terlihat blesteran. Dalam seumur hidup gw, gw cuma baru 2 kali berlibur ke kampung bokap gw disana. Sedangkan Yogi juga merupakan cowok blesteran dia keturunan Bali dan Canada. Lengkaplah sudah para cewek-cewek di sekolah pada kecentilan saat liat gw dan Yogi, apalagi gw dan Yogi adalah teman baik, selalu kemana-mana berdua, bahkan kita-pun duduk satu bangku.


Awalnya gw adalah cowok yang normal, gw suka dengan lawan jenis, tapi gw belum pernah merasakan pacaran , karena gw termasuk cowok yang kurang PD. Namun seiring berjalannya waktu semua menjadi berubah, kesempatan demi kesempatan, kejadian demi kejadian merubahka gw menjadi cowok yang penyuka sesama jenis.
Kejadian itu berawal dari kedekatan dan persahabatan gw dengan Yogi, lama kelamaan gw merasa nyaman, bahkan gw merasakan ingin disayang dan menyayangi Yogi, ya mungkin itu adalah perasaan seorang sahabat sejati, tapi….bukan, perasaan gw lebih dari rasa seorang sahabat atu bisa jadi itu adalah rasa ingin menjadi seorang saudara, tapi … rasa saudara juga kayaknya lebih dari itu . Namun Gw selalu menganggap Yogi sebagai saudara gw, bahkan kemanapun kita selalu berdua, entah jalan, belajar, atau sekedar makan ke kantin, tak jarang pula gw menginap dirumah Yogi, begitu juga sebaliknya. Mungkin ini disebabkan karena gw yang hidup tanpa saudara, begitu juga dengan Yogi yang selalu ditinggal oleh keluarganya, jadi kita berdua selalu merasa sepi. Yogi tinggal di Jakarta hanya seorang diri dan ditemani oleh pembantunya Mang Bari, itu juga jika siang hari, karena ketika malam tiba Mang Bari pulang kerumahnya. Bokap, nyokap serta kaka cowok Yogi tinggal di California.

Pagi itu adalah hari Jum’at, saat gw dengan Yogi asyik mengobrol dan bercanda didalam kelas, datanglah 2 cowok menghapiri gw dengan Yogi. Ya dia adalah Tomy dan Raka, anggota pengurus OSIS.
“ Heiy,,, sorry ganggu nih “, Tomy memotong pembicaraan gw dengan Yogi
“ Ya,,, ada apa ka ??? “, jawab Yogi
“ Gini lho,,, lo kan udah 1 bulan sekolah disini, nah kita mau ngadain acara latihan dasar kepemimpinan dengan kegiatan camping sekaligus pelantikan semua Ekskull “, papar Tomy yang menjelaskan maksud kedatangannya,
“ Emang kapan ka ?“, Yogi kembali bertanya.
“ Besok, hari sabtu, minggu sampai hari senin, lo ikutkan ? Karena cuma lo ber-2 doang yang belum kedata”,
“ Wah, mendadak banget ka infonya”
“ Infonya udah dari hari senin kemaren kali, lo berdua ajah yang dicari susah”
“ Yaudah kita berdua ikut ka “
“ OK, nih formulirnya sama buku panduan kita, disitu juga ada catetan apa ajah yang harus lo bawa “ Tomy menyodorkan 1 buku bersampul hijau yang disertai formulir.
“ Ya,,, kita pasti ikut kok ka”, Yogi antusias menjawab dengan semangat.
“ thanks,,, ya… nanti formulirnya lo kasih ke ruang OSIS ajah “, Tommy dan Raka keluar dari kelas kami.

Yogi merasa semangat sekali, dan dia memberikan gw satu buku beserta formulir yang tadi. Dan dia langsung mengisi formulir miliknya.
“ Lo kok kayanya semangat banget Yog ?”, gw memulai pembicaraan sambil mengisi formulir
“ ya jelas lah semangat secara camping gitu,,,di hutan pula, asyik kan ?” Yogi mejawab tanpa mengalihkan pandangannya dari kegiatan mengisi formulir tersebut,
“ Ya sih asyik pastinya yah…”
“ Ya ialah, ngisi liburan dengan camping pasti seru, lo se-tenda sama gw ajah yah Bob “
“ Pasti itu, ntar balik sekolah langsung belanja perlengkapan yah”,
“ ia…”

Bel sekolah bedering, jam menunjukan pukul 15:00 itu tanda jam kegiatan belajar mengajar selesai, Kami langsung pergi ke parkiran dan masuk ke mobil Yogi menuju mall untuk belanjaan perlengkapan. Setelah 3 jam berkeliling mall dan selesai belanja akhirnya kita bermaksud pulang.
“ Bob, lo nginep dirumah gw ajah yah, kita siapin semuanya bareng-bareng”, Cetus Yogi saat di dalam Mobil sambil menyetir
“ Yaudah ke rumah gw dulu yah, gw mau pamitan sama nyokap”,
Setelah gw dan Yogi ber-pamitan dari nyokap gw, kita langsung menuju rumah Yogi.
Dirumah Yogi, kita berdua langsung ke kamar dan sibuk mempersiapkan semua perlengkapan yang akan digunakan untuk Camping esok harinya, kita berdua selesai mempersiapkan perlengkapan, Yogi langsung mengambil handuk dan menuju kamar mandi, sedangkan gw sambil menunggu untuk gantian gw tiduran di ranjang yang sangat luas dan sambil menonton TV. Selang beberapa saat Yogi keluar dari kamar mandi dengan menggiba-gibaskan rambutnya yang gondrong dan basah, ia hanya menggunakan handuk sebagai penutup kemaluannya. Kemudian ia duduk diranjang disebelahku dan sambil menonton TV acara favourite kita. Terlihat badan Yogi yang tak kalah bagusnya dari gw Akhirnya gw pun mengambil handuk dan pergi menuju kamar mandi yang berada didalam kamar. Saat dikamar mandi tak sengaja mata gw melihat sebuah majalah, ternyata tak lain itu adalah majalah porno milik Yogi, penasarn gw pun melihat-lihat, halaman demi halaman tak gw lewatkan utuk melihat gambar-gambar porno, kemudian gw pun langsung mandi.

“ Eh, nih majalah porno lo ketinggalan di kamar mandi “, gw melempar majalah tersebut kepangkuan Yogi yang masih menggunakan handuk, sama seperti yang sedang gw kenakan,
“ Gak, emang sengaja gw taruh di kamar mandi kok,” jawab Yogi yang masih sibuk matanya memelototi acara di TV.
“ Gila lo… , belom ganti baju ? “ gw duduk disebelah Yogi, sesaat gw mencuri pandangan melihat dan membandingkan bentuk serta lekukan tubuh Yogi dengan tubuh gw.
“ Ntar ah…. masih seru nih acaranya..
Kini kami berdua sibuk menonton TV dan belum memakai pakian, kami masih menggunakan handuk saja.
Jam menunjukan pukul 21:30 dan acara di TV-pun selesai. Saat itulah keisengan diantara kami mulai terjadi, saat gw akan berdiri untuk memakai pakaian tiba-tiba Yogi menarik handuk yang sedang gw kenakan dan dilemperkannya ke atas lemari, otomatis gw bugil dan tanpa penutup apapun termasuk kontol gw. Sambil cengengesan dia berlari ke seberang ranjang. Seketika gw malu saat gw bugil, dan gw langsung mengejar Yogi dan langsung menarik handuk yang dikenakannya lalu gw lemparkan ke atas lemari juga, kini kami berdua bugil tanpa sehelai kain pun.
“ Gila kontol lo gede juga yah Bob, pasti suka coli nih hahahaaa “, Yogi tertawa
“ Ya dong, kontol lo juga gede tuh,,,” gw langsung balik entah memujinya apa mengejeknya.
“ Udah ngapain sih pake selimut segala ?”, Yogi menarik selimut yang akan gw kenakan untuk menutupi kemaluan gw, dan seketika gw kembali bugil.
“ Malu goblok…”,
“ Yailah,,,, malu sama siapa ?, cuma ada gw doang ini, gak ada cewek juga “,
“ Tapi risih tolol.., udah ah jangan bercanda kelewatan ”

Gw berdiri menghadap ke arah TV, tiba-tiba dari belakang Yogi memeluk gw dan seketika kontolnya menyentuh pantat gw, awalnya gw kaget dan mau berontak, tapi entah kenapa gw hanya dapat menutup mata dan mencoba menikmati.
“ YEH… KEENAKAN LO…”, tiba-tiba Yogi mendorong gw dan langsung tertawa.
“ Siapa yang keenakan, jijik banget lo dasar homo “, gw mencoba untuk menge-les
“ Anjrit enak ajah gw homo,,,lo tuh”

Gw duduk diranjang dengan masih tanpa menggunakan pakaian begitu juga dengan Yogi. Rasa risih gw sudah mulai hilang, lagipula untuk apa gw harus risih, gw dan yogi udah seperti saudara.
“ Bob, kontol lo panjangnya berapa ?”, Yogi kembali mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan isengnya.
“ Gak tahu, nggak pernah diukur,” jawab gw dengan BT
“ Kita ukur yuk, panjang-panjangan “
“ Gak ah, gak minat.
Tiba-tiba Yogi berjalan menuju meja yang ada disebelah ranjang, diambilnya lotion dengan merk ternama di Indonesia, kemudian ia langsung menuangkan ke tangannya dan tanpa malu-malu ia mengocok kontolnya. Gw hanya bisa melihat dan lama-lama kontol gw menegang, karena gw juga merasa terangsang melihat perilaku Yogi , gw pun melakukan apa yang seperti Yogi lakukan, akhirnya kita berdua pun coli bersama saling bertatapan dan memperlihatkan keahlian masing-masing.
“ Bob jangan diekularin dulu, kita ukur yah ?”, Yogi mengambil penggaris di meja belajar, dan diukurnya kontol milik gw. Gw sedikit risih dan deg-degan saat kontol gw dipegang dan diukur oleh Yogi.
“ Berapa Yog panjangnya ?”
“panjangnya 18,5 cm “,
“ Diameternya ?”
“ 5 cm , ukuran kontol lo tuh, nih sekarang lo ukur punya gw yah “.
Gw pun langsung mengukur kontol Yogi, dengan iseng gw tarik-tarik kontol Yogi hingga yogi kaget.
“ Punya lo panjangnya 20 cm, diameternya 5,3 cm”.
“ Gedean punya gw kan bob?”,
“ Ya… ya…”.
Gw langsung tiduran disebelah Yogi, kini kami berdua dengan terlentang saling melanjutkan mengocok kontol masing-masing. Keisengan terus berlanjut saat Yogi menuju klimaks ia mengeluarkan spermanya di badan gw, terasa hangat dan begitu banyak. Ia hanya dapat tersenyum-senyum, gw terus melanjutkan mengocok untuk menuju klimaks pula.
“ Lama dah lo,,,” Yogi langsung mengocok kontol gw
gw hanya dapat terpejam menikmati kocokan Yogi, dan akhirnya gw pun mengeluarkan sperma crot…crot..crot…
Setelah semua sampai klimaksnya, kita berdua pun tertidur tanpa menggenakan pakaian. Dalam tidur saat gw terjaga, gw berfikir jika Yogi adalah seorang Gay atau bukan ?..

Pagi pun datang, gw langsung menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap untuk pergi Camping, saat gw asyik mengguyur badan dengan air dari shower tiba-tiba Yogi datang.
“ Mao ngapain lo ?, cetus gw
“ Mandi lah,,,”, Yogi menjawab dengan mata terasa berat untuk dibuka
“ Ntar gantian,”
Yogi tidak menggubris apa yang gw katakan, ia pun langsung mandi bersama gw..
Ia memeluk gw dari belakang dibawah guyuran air, kemudian ia menarik badan gw untuk saling berhadapan, digesek-gesekannya kontol Yogi ke kontol gw, kini kontol gw saling bertemu, dengan adanya busa sabun di daerah kontol gw, membuatnya gampang mengesek-gesekan kontolnya ke kontol gw. Gw hanya diam, karena pada dasarnya gw juga sangat menikmati ini semua, namun gw juga berfikir ini hanya bercanda atau memang…???? biarlah. Gesekan itu semakin kencang, pelukan Yogi juga semakin erat, kontol kami berduapun sudah tegang sekali. Desahan diantara kamipun mulai berbunyi, guyuran air dari shower mengiringi kegiatan gw dengan Yogi. Kita berdua merasa terangsang, Yogi menarik gw menjauh dari shower, disenderkannya gw pada tembok, ia pun mulai berani mengulum bibir gw, dan gw membalasnya dengan penuh semangat pula. Semua terus berlanjut, mungkin karena Yogi merasa capek dengan posisi berdiri, kini ia membawa gw menuju battle, tanpa berhenti ia terus mengulum bibir gw dan terus menggesekan kontolnya ke kontol gw.

“ Bob, balik badan deh,…”, Yogi melepaskan dekapan dan kuluman bibirnya dari gw
“ Ya, “, gw hanya menurutinya saja, gw pun berbaring dengan muka menghadap ke bawah
kini Yogi mendekap gw lagi, kontolnya ia gesek-gesekan dipantatku, setelah beberapa lama, gw kembali keposisi semula, dikulumnya kontol gw oleh Yogi dengan ganas, gw hanya bisa mendesah merasakan kenikmatan yang luar biasa, lalu kami melakukan posisi 69 , kita saling kulum.
“ Lo mau gw fuck gak ???” Yogi meminta gw untuk mau difuck
“ Gw belum pernah, gw takut sakit Yog ?”,
“ Sama gw juga belum pernah difuck ataupun ngefuck, mau yah ? Nanti kita gantian ?”,
“ Yaudah pelan-pelan ajah yah, “.
Yogi meyuruh gw untuk berposisi seperti anjing, ia menggesek-gesekan kontolnya yang panas diareal dubur gw, gw merasakan kenikmatan yang tiada duanya, perlahan Yogi memasukan kontolnya ke dalan dubur gw, CLEB,,, AHH!!!, gw hanya bisa teriak kesakitan saat kepala kontol Yogi masuk kedalam dubur gw..
“ sakit yah bob, ?” tanya Yogi saat gw teriak
“ Ya, Yog sakit, udah nggak usah dimasukin lagi sakit gw “,
Yogi pun menarik kontolnya yang baru masuk bagian kepalanya dari dubur gw.
“ Lo mau coba juga Bob ?”, tanya Yogi
“ Yaudah gw mau coba,”, kita akhirnya bertukar posisi, dengan dogy style gw perlahan memasukan kontol gw, sama seperti apa yang gw rasakan. Seketika Yogi menjerit saat bagian kepala kontol gw masuk ke duburnya, tapi gw langsung merasakan kenimatan yang belum pernah gw rasakan, setelah gw meminta izin kepada Yogi untuk meneruskan memasukan kontol gw kedalam duburnya, Yogi mengizinkannya hanya dengan perlahan saja. Gw pun melanjutkannya, secara perlahan kontol gw mulai masuk kedalam dubur Yogi, semakin gw berusaha memasukan kontol gw sepenuhnya kedalam dubur Yogi seiring itu pula lah suara desahan kesakitan Yogi mengisi ruangan. Saat sudah setengah bagian kontol gw masuk, Yogi meminta gw untuk menghentikannya, tapi karena kehangatan dan pijatan didalan dubur Yogi yang begitu nikmat, gw tak memperdulikan instruksi Yogi. Saat Yogi hendak berontak, spontan gw langsung mendorong kontol gw kedalam dubur Yogi dengan sepenuh kekuatan. Dan gw langsung menahan kontol gw saat semua bagian kontol gw masuk kedalam dubur Yogi, gw terus mendekap Yogi dengan penuh kenikmatan. Yogi hanya dapat menjerit dan hingga akhirnya ia terdiam, lalu perlahan gw mainkan kontol gw didalam dubur Yogi, maju mundur tapi yogi masih merasakan sakit. Saat Yogi berteriak gw hentikan goyangan kontol gw sejenak tanpa mencabutnya. Keringat mulai membasahi tubuh gw dan Yogi, dan gw langsung melakukan goyangan maju mundur lagi, sepertinya Yogi sudah tidak merasakan rasa sakit, dan gw-pun terus menambah kecepatan permainan kontol gw, gw terus menembus dubur Yogi hingga akhirnya kita berdua merncapai klimaks, CROT…CROT..CROT… gw mengeluarkan sperma didalam dubur Yogi dan gw mencabutnya, lalu diikuti Yogi memuntahkan spermanya dimuka gw CROT..CROT..CROT…rasa hangat mengguyur wajah gw. Dan gw dengan Yogi merasa lelah, kita saling beradu pandang dalam lelah dan heningnya diantara kami, gw dan Yogi merasa bingung apa yang telah kami lakukan berdua ???. Gw pun langsung memulai pembicaraan .
“ Yog… apa lo homo ?”, gw bertanya dengan sedikit takut menyakiti perasaan Yogi
“ Nggak tahu gw Bob ?”, Yogi menjawab dengan bingung sambil menyentuh duburnya yang sedikit berdarah
“ Tapi tadi lo sama gw melakukannya, kita tadi ML yog ?”,
“ Mungkin kareana ini terbawa oleh keadaan, Bob… gw sayang sama lo, gw… gw sayang banget sama lo, tapi bukan sayang seperti temen atau saudara “.
“ Gw juga sayang sama lo, perasaan gw sama seperti lo, gw sulit menggambarkan rasa sayang gw ke lo itu sebagai apa ?”
“ Yaudah, anggap ajah kejadian yang kita lakukan ini tidak pernah terjadi “
“ Ya”, gw pun menundukan kepala.
Akhirnya kami berdua mandi, dan berganti pakaian. Lalu memasukan semua perlengkapan ke dalam mobil dengan di bantu mang Bari, setelah siap Yogi memberikan kunci rumah kepada mang Bari, lalu kita pergi menuju sekolah untuk berkumpul.

! AAAAAAAHH ANAK BASKET BERPANTAT SEXY !

Cerita ini bener2 NYATA; Bukan khayalan bro; Pemain basket ini bisa dibilang terkenal; Disini gua gak bakal kasih tau namanya, maupun nama team nya; jadi sorry bgt bwt lu semua; ini semua menyngkut privacy dy; mau ceritain ini aja, gua mesti minta ijin ke dy; hahhah; bagusnya dy ngasih, tp dy gak mau identitasnya disebut2; dy bener2 gay yg hot; disini gua kasih inisial bwt namanya, XY;
Gua adalah orang yang sebenernya biasa aja, rajin menabung, tidak sombong.hahhah. Akan tetapi banyak orang yang bilang gua itu sempurna. Huwehuwe..hahhah.. Ya, mungkin gua sosok yang sempurna untuk ngentotin para gadis centil dan juga sebagai pengentot lelaki. Gua lelaki sejati yang gentle, punya kontol, punya jembut, dan punya segalanya kalau udah diranjang. Banyak korban gua yang menggelepar setelah dientot sama gua. Termasuk pacar gua, ricky, raendy, dimas, stevi, steve, angel, pelatih gua, dan masih banyak lagi. Biarpun gua penganut sex bebas, gua tetep free dari HIV / AIDS. Tiap 1 tahun gua selalu periksa ke kakak pacar gua yg adalah seorang dokter. Dan tiap kali gua periksa hasilnya selalu negatif. Jadi gua aman. Mungkin itu yang ngebuat XY mau dientot sama gua.
Gua sering chatting sama dia. Selama itu dia gak pernah bilang kalau dia adalah seorang pemain basket yang bisa dibilang terkenal. Maka itu gua gak terlalu antusias. Dia bilang kalau dia juga suka main basket sama temen tim nya. Dia jago banget ngebuat gua horny. Dia pinter ngebuat kontol gua ngaceng. Biarpun cuma melalui pesan chatting. Dia bilang kalau sebenernya dia adalah laki-laki sejati yang suka sama vagina (kaya gua). Tapi ada satu saudaranya (bukan pemain basket, laki juga) yang kurang ajar. Saudaranya ini kesulitan cari tempat tinggal karena baru pindah. Sehingga mau gak mau, saudaranya ini menetap sementara dirumahnya dan tidur pun satu kamar dengan XY. Tiap kali XY main basket saudaranya ngikut. Tiap kali mau tidur ikut juga. XY lama kelamaan mulai punya perasaan yang berbeda. Dia udah gak terlalu suka ngentotin cewe. Kata XY, saudaranya ini ganteng & badannya bagus & juga anaknya kocak. Sampe akhirnya 1 kejadian yang teramat penting gak bakal bisa dilupain sama XY. Pasti lu semua tau maksud kejadian itu apa. Semenjak itu dia berubah total, dia mutusin pacarnya & mulai suka sama laki. Temen 1 tim nya belum tau kalau XY adalah gay. Begitu katanya. Gua sendiri gak tau apa cerita itu bener atau gak. ((SORRY XY)). Karena gua sendiri, sekalipun udah ngentotin & dientotin sama pelatih gua, gua tetep suka vagina & gua tetep jadi si penunggang tiap kali sex sama laki. ((But, I trust you XY)).
Yang diomongin selama chatting, paling-paling tentang hobinya main basket & tentang kontol masing-masing. Saking udah friendly sama XY, gua nerima permohonan dia untuk dateng ke rumah gua. Kebesokannya dia dateng, dan gua bener-bener kaget setengah mati. Ternyata dia adalah XY. Pemain basket yang selama ini gua selalu acungin jempol disetiap aksinya. XY lebih tinggi sedikit dari gua. Kalau gua aja 182, mungkin dia 186. Dia dateng pake mobil & bawa tas. Dari sikapnya keliatan banget dia rada kaya cewe (tapi tetep cool), rumah gua berantakan aja dia keliatannya risih. Dia laki metroseksual. Yang rapi & wangi. Gua juga rapi & wangi, tapi gua biasa aja. Yah namanya juga orang terkenal kali, hahhah.. Gua dirumah sendiri, kalau lagi ada pacar, pasti pacar gua yang ngerapihin. Maklum gua orangnya cuek dan gua gak bisa ngerapihin rumah. XY bilang kalau lebih baik, gua ambil pembantu buat ngerapihin rumah ini. Tapi gua gak mau, karena pembantu itu bisa menghalangi gua yang sering ngentot & telanjang bebas dirumah. (dulu pernah ada pembantu, tp gua berhentiin karena kurang ajar).
XY: “Jo, gua horny, liat badan lu”__ Gua: “mau mulai”__ XY: “nanti aja, gua gak mau buru-buru”__
Ngedenger gitu, gua langsung buka semua baju & celana gua. Gua cuma pake CD yg udah sempit sama kontol gua. Dia duduk di sofa & ngeliatin gua tanpa kedip. Gua yakin dia kerangsang. Gua tiduran di sofa yang panjang. Gua selonjorin kaki gua supaya dia bisa leluasa ngeliatin selangkangan gua. Dia berlutut disebelah gua, dia ngusap-ngusap CD gua.
XY: “Jo, boleh gua liat”__ Gua: “jangan terburu-buru XY, horny kan”__ XY: “ya bro”__
Gua ngijinin dia buka. Dia kaget ngeliatnya. Dan dia ngisepin kontol gua..aahh..ooyh…woohh..aa..ya XY..yaa..goodd… dia berdiri dan nindihin gua..nyiumin gua mesra banget…kontol gua ngegesek-gesek celananya..dan keras banget..kontol dia juga udah ngaceng. Gua & dia duduk lalu gua dicium lagi sama dia. Tangan gua ngeremes-remes celana dia. Ciuman dia makin ganas. Gua buka celana & bajunya. Dia langsung nungging, pantatnya sexy, makin horny gua ngeliatnya.
Gua: “XY, kondom gua ada diatas”__ XY: “Ayo kita pindah ke atas”__
Lalu kita udah dikamar gua. Baru aja gua mau pake kondom, ricky sama raendy dateng ke rumah gua. Kita berdua panik. XY langsung pake pakaiannya & ngumpet di toilet kamar gua. Gua sendiri cuma pake CD putih tadi & langsung turun ke bawah. Gua rasa hari ini XY lagi beruntung, ricky & raendy cuma ngasih undangan nikah temen gua & langsung balik. Gua nyuruh XY keluar. Dan memulainya lagi. XY keliatan masih panik. Gua makin demen liatnya. Dia duduk di ranjang gua. Gua berdiri depan dia. Dan gua merosotin celana dalem gua. Kontol gua ngacung ke atas. Dan langsung di sergap sama XY & diisep lagi..ooooOOHH.. Gua dorong badannya sampe dia tiduran. Gua jongkok didepan mukanya. Isep lagi..isep lagi..yaaaAAA..iseeEEEP..ooohh… Sekarang gua yang tiduran.. Dia ngisepin dada gua. Lalu nyiumin ketek gua.. Wahh enak banget bro. Dia buka bajunya. Lalu berguling-guling diranjang sama gua. Kontolnya gede tapi masih standard indonesia. Masih panjangan kontol gua & kontol gua diameternya lebih gede. Gua ciumin lehernya.. Udah kaya kesetanan.. Dia masukin kondom ke kontol gua.. Dia minta dientot sama gua. Dia nungging, gua olesin oil ke pantatnya. Agak susah masukinnya tapi pas kepala kontol gua udah masuk, gua langsung dorong semuanya. Dia teriak kesakitan. Gua pompa pantatnya. Pantatnya sempit, bener-bener pantat yang menyenangkan. Gua makin nikmat mompanya maju mundur. Tapi dia gak, dia malah minta di stop. Gua gak lepas kontol gua, krn kontol gua udah dapet sarang yang tepat & nyaman. Dia keliatan kesakitan. Aahh..XY pantat lu itu enak.. Sempet dia mau lepasin. Tapi gua tahan. Gua gak bisa lepasin pantat ini, gua udah jatuh cinta sama pantatnya yang sekal & sempit.
XY: “Jo sakit jo, udah stop”__ Gua: “tahan sayang, abis pantat lu enak si”__
Dia diam.. Gua makin kenceng mompanya.. Dia makin aahh uuhh auuhh an. Gak tau maksudnya nikmat atau sakit, yang terpenting gua puas. Gua mau ngecrot. Dia bilang supaya gua jangan ngecrot di kondom. Gua lepas. Dan wow pantatnya berdarah. Biarlah, biar dia gak bakal lupain kesadisan gua. Gua lepasin kondomnya. Lalu si XY, ngocokin kontol gua. Sambil diisep dikocok diisep dikocok..aaaaAAAhh.. uuuuHHH..OOOoohh..CRoottCrettCrottttttTT.. Dia nelen semua pejuh gua.. Gua rasa ini pejuh terbanyak.. Krn pantat XY enak banget.. Ditambah rangsangan dari dia begitu besar.. Gua diam sejenak ngatur nafas. Tapi gak lama, kontol gua ngaceng lagi ngeliat pantat XY. Gua suruh dia tiduran.. Kali ini tanpa kondom.. Gua miringin badan dia. Lalu gua nyelip dibelakangnya. Gua angkat kaki kanannya supaya kontol gua bisa masuk.. Kontol gua kembali kesulitan masukin pantatnya.. Gua ambil oil.. Sampe akhirnya bisa lagi.. Gua gerakin badan gua spy bisa mompa. Dia bilang posisi ini lebih enak.. Gua jadi makin bersemangat genjot pantatnya. Gua butuh tenaga banyak kalau lagi di posisi ini. Gua ganti posisi. Gua suruh dia tengkurap & lebarin kakinya.. Gua genjot genjot pantatnya.. Horny man..oohhh…aaahh.. Pantat sexy…gilee.. Pas gua dipuncak kenikmatan gua kurang peduliin yang gua entotin.. Mau XY kesakitan atau gak, gua gak peduli itu.. XY keliatan menikmatinya krn tangannya megangin bantal sampe kenceng.. Gua bikin posisi kaya push up yg turun naik.. Nikmat banget.. Huuhhh hahhh oohh aaahh.. XY mengerang.. Lagi-lagi gua mau ngecrot.. aaAAAAAAHHHHH…cRooTT..cRET…cRoot..crot.
XY: “Jo, lu udah ngecrot”__ Gua: “he-eh..hhoohh..lu gimana”__ XY: “Ini jo, pas lu genjot, gua ngecrot”__
Gua istirahat ngatur nafas. Lalu kembali lagi bentuk posisi 69. XY ngisep kontol gua. Gua isep kontol XY. XY tiduran disebelah gua. Dia ngeliatin gua. Lalu dia senyum & ngucapin terima kasih. Gua langsung nyium dia. Dan dia ngebales ciuman gua. Gua sama dia berpelukan sambil tidur & ciuman. Karena udah sore & XY ada kegiatan, dia ganti pakaiannya & pulang. Gua sekarang hampir seminggu sekali ngentotin dia. Dia yang minta jatah. Hahhah… Pokoknya ngentot sama dia itu bener-bener nikmat sama kaya ngentotin pacar gua. Ricky sama Raendy masih kurang hot dibanding sama XY. Sorry guys..hahhah.. Because I love his ass..
SELESAI
Sekian cerita gua, ini CERITA NYATA. Mungkin menurut lu, ini hanya cerita khayalan. Tapi jujur, gua sendiri aja masih gak percaya krn seorang XY mau ngentot sama gua. Sekali lg ini cerita nyata gua. Nama gua Jonathan, umur 23, tinggi 182, berat 78, tinggal di Tomang, JakBar; Gua BISEX, TOP; bagi lu yang mau kasih komentar bisa kirim ke itzybigay@yahoo.com atau 085692045690; nomor hp ini AKTIF cm jarang gua nyalain; biasanya selalu ON pas hari sabtu malem atau minggu; dimohon sabar nunggu balesan, karena bukan cm lu aj yg ngirim sms; kalo untuk friendster, udah g ada~ krn FS gua dua2nya udah di suspended; jadinya gua males bikin lg; gua msh punya bnyk pengalaman nyata;
Ada yang ngasih saran ke gua. Katanya cerita gua udah seru cuma bahasanya terlalu musingin. Maka itu gua coba supaya bahasa gua lebih formal lagi. Sorry kalau kata-katanya aneh..hahhah.. agustus nanti, gua bakal tunangan sama pacar gua.. oohh..my darling

0 komentar:

Silahkan berkomentar :

Disqus for ekstralargexxx